Sunday, April 27, 2014

Langit Biru 2011


Biru (Kanya), Amanda (Baby Natalie), dan Tomtim (Jeje Soekarno) tiga sahabat dari kecil yang sama-sama duduk di kelas 1 SMP dan tinggal berdekatan dalam satu kompleks perumahan. Biru adalah anak tunggal dari Daniel, yang berprofesi sebagai pilot. Sang Mama meninggal ketika Biru berusia 7 tahun. Biru tumbuh dengan Ayah yang jarang di rumah dan tanpa Ibu. Menjadi anak yang mandiri, aktif, cantik, agak tomboy, pintar, namun agak emosional.
Jadwal terbang yang padat menyebabkan hubungan dan komunikasi antara Daniel dan Biru menjadi tidak mulus, ditambah lagi Daniel agak clueless mengenai cara menghadapi anaknya yang beranjak remaja. Sementara Amanda, adalah anak pertama dari pasangan Henry dan Julie, dengan seorang adik bernama Brandon. Keluarga ini harmonis dan bahagia dengan keunikannya masing-masing. Julie, sang Mama, sangat involve dengan kehidupan kedua anaknya, sehingga kadang-kadang bisa terkesan cerewet namun lucu.
Amanda adalah anak yang cantik, manis, lembut tapi juga aktif. Adiknya, Brandon sangat jago nge-dance meskipun masih kecil. Rumah mereka adalah tempat berkumpulnya anak-anak untuk belajar dan bermain bersama karena suasana yang selalu hangat dan hidup ada di rumah ini. Tomtim, yang badannya paling besar di antara mereka bertiga karena secara usia sebenarnya Tomtim lebih tua (pernah tinggal kelas) adalah anak tunggal dari Mama Rita yang memiliki keterbatasan atau learning difficulties. Keadaan Tomtim yang istimewa ini membuatnya seringkali menjadi target sasaran beberapa anak nakal di sekolah.
Bruno (Cody McClendon), adalah salah satu anak yang suka nge-bully Tomtim di sekolah bersama dengan ganknya yaitu Jason, Samuel, dan Erlangga. Konflik memuncak karena kekesalan Biru cs atas prilaku bully Bruno cs yang tidak pernah tertangkap basah oleh guru. Akhirnya mereka merancang sebuah misi khusus untuk mengungkap kenakalan Bruno cs.
Biru mendapat kamera video dari ayahnya. Dengan kamera itu Biru merekam aktivitas Bruno cs. Tetapi ternyata fakta yang mereka kumpulkan mengarahkan mereka kepada suatu kenyataan yang lain.
Dengan musik dan gerakan tari, film ini seru diikuti. Namun kekompakan gerakan belum menyatu. Perseteruan anak-anak menjadi bahan lelucon sekaligus membuat alur cerita film ini menarik. Dengan cerita sederhana, nilai moral dalam film ini layak dinikmati sekeluarga.
 


0 komentar :

Post a Comment

please comment if this article useful, criticism and suggestions that are built will we received. thanks

 

Download Centre . Copyright 2008 All Rights Reserved vomanet Trick by Tricksip Template Blog edited by Vomanet dot com