Watch Movie Online, Music, Software, Windows, Etc

Fatwa MUI - Berboncengan Non Muhrim HARAM

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, mengeluarkan fatwa haram bagi pria yang membonceng seorang wanita yang bukan muhrimnya atau lawan jenis tanpa ikatan pernikahan.

MUI kabupaten Lebak menilai, berboncengan motor dengan wanita yang bukan muhrim dapat mengundang nafsu birahi yang mengarah pada pergaulan bebas.

Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, KH Baejuri, mengatakan, saat ini banyak pasangan muda-mudi berboncengan sepeda motor saling bermesra-mesraan atau pegang-pegangan tanpa ada ikatan pernikahan yang sah.

Bahkan, banyak di antara mereka mencari tempat-tempat gelap atau sepi untuk memadu kasih. “Karena itu, haram hukumnya berboncengan sepeda motor dengan wanita yang bukan suami-isteri, " kata KH Baejuri, Ahad (8/1)

Menurutnya, pihaknya mengimbau masyarakat yang memiliki anak remaja jangan sampai dibiarkan jika anaknya naik motor berbeda jenis saling berboncengan. Apalagi, malam Minggu mereka banyak pasangan anak ABG berboncengan motor saling berpeluk-pelukan dan mengundang nafsu birahi. ujarnya.

Fatwah haram tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, tersebut tentu membuat para tukang ojek resah. Suherman 35 tahun, salah seorang tukang ojek mengaku khwatir dengan fatwa haram yang dikeluarkan MUI tersebut.

Menurutnya, fatwa haram MUI dikhawatirkan dapat mengganggu profesinya sebagai tukang ojek yang kerap berboncengan dengan wanita yang bukan muhrim.

"Kami kan tukang ojek, jika tidak boleh memboncengn wanita yang bukan muhrim, saya hawatir besok tidak ada wanita yang mau naik ojeg, dan berimbas pada penghasilan,” katanya

Post a Comment

please comment if this article useful, criticism and suggestions that are built will we received. thanks

[blogger][facebook]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by i-bob. Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget